Sabtu, 23 Juli 2011

Memahami Bahasa Tangis Bayi

tangis bayi menggambarkan emosi bayi

tangis bayi menggambarkan emosi bayi

Bayi yang baru lahir tentunya belum dapat mengungjkapkan apa-apa akan tetapi bayi ini sudah dikarunia emosi oleh Sang maha Pencipta, Jika kita simak melalui tangisannya kita dapat membedakan apa arti tangisan tersebut, semua tangisan yang dikeluarkan oleh bayi tidaklah sama karena ini mengungkapkan emosi dan keinginan dari bayi.

Bayi berkomunikasi lewat tangisan. Semua orangtua dan calon orangtua tahu ini. Tapi, tahukah Anda bahwa bayi juga bisa menangis ketika emosi Anda sedang negatif ?

Saking lembut dan perasanya bayi, mereka bisa membedakan sentuhan yang biasa (penuh kasih dan sayang) dengan sentuhan yang sedang emosi dari orang yang sama,walaupun orang tua menyentuhnya dalam keadaan yang sama. Tak hanya itu saja, bayi memiliki tangisan berbeda untuk masalah yang berbeda pula dan kalau dipelajari ini merupakan ungkapan keinginan,protes atau ketidaknyamanan yang diungkapkan oleh mereka.

Pada mulanya, tangisan bayi mungkin terdengar sama saja, tetapi bila orangtua cermat menyimak, lama-lama akan tahu “arti” jenis tangisan yang berbeda. Sampai dengan usia tiga bulan, bayi memang masih sering menangis, kemudian frekuensinya akan menurun dan orangtua biasanya dapat mengenali tangisannya. Contoh berikut adalah gambaran dari arti tangisan bayi

  1. Bayi Merasa lapar, mula-mula terjadi tangisan yang ritmis, semakin lama semakin keras, dan akan berhenti setelah diberi susu.
  2. Mengantuk atau lelah, tangisannya berfluktuasi dalam hal nada serta volume suara dan tidak teratur. Tanda-tanda lainnya adalah mengisap jari, mengucek-ucek mata, menepuk-nepuk telinga, terlihat gelisah dan sesekali memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain.
  3. Kesakitan, tangisannya keras dan melengking. Setengah berteriak, tangisannya panjang. Wajahnya memperlihatkan rasa tidak nyaman.
  4. Pipis atau BAB, tangisannya terdengar berteriak dengan suara yang keras. Napasnya agak tersendat karena temponya berubah lebih cepat disusul dengan suara tangisan berikutnya.hal ini menyatakan ketidak nyamanan didaerah anus dan alat kelamin bayi
  5. Takut. Tangisannya tiba-tiba, keras, dan melengking seperti megap-megap untuk menarik napas. Tangisan itu akan menghilang kalau rasa takut sudah teratasi.boleh jadi karena bayi peka maka gangguan yang berasal dari hal-hal gaib bisa dirasakan oleh bayi
  6. Bayipun bisa merasa Bosan atau kesepian,cara mengungkapkan yaitu dengan tangisannya pendek-pendek, kadang diam, kemudian menangis pendek lagi.

Nah Bila Ibu atau bapak telah memiliki bayi amatilah setiap tangisan yang dikeluarkan oleh bayi, respon kitapun mempengaruhi pertumbuhan pada bayi kelak dan mulailah peduli dengan tangisan bayi anda supaya kasih sayang anda dirasakan dan memberikan ketentraman oleh bayi sehingga pertumbuhan fisik dan mental bayi dapat tumbuh secara maksimal!!

berkomentarlah dengan baik demi kenyamanan bersama


0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Diary Winda. Design By: SkinCorner